Membangun Personal Branding ala Generasi Z.

Ketika kamu sudah menentukan tujuan awal, selanjutnya kamu tinggal konsisten.

Vanya Dewi – Banyak jalan menuju Roma, Soal membangun personal branding jelas membutuhkan waktu untuk mencapai target, diantaranya adalah memiliki followers atau pengikut yang ‘relatif’ banyak.

Jika followersmu banyak perusahaan mencarimu dan menawarkan kekerja sama untuk mempromosikan brandnya. Hal itu biasanya dilakukan ketika kamu sudah punya image yang kuat, Semudah itukah?

Membangun personal branding di media sosial memerlukan konsisten dan keseriusan dalam menjalankannya, hingga akhirnya bisa menguntungkan bagi semua pihak.

Kamu bisa menjadi selebgram, menjadi influencer dan mengajak orang untuk berbuat kebaikan, misalnya menyebarkan bahaya sampah plastik bagi lingkungan. Semua tujuannya ada pada dirimu sendiri.

Titik Slow Version VCKY (istimewa)

Nah, bagaimanakah cara untuk membangun personal branding yang kuat dari awal Berikut ini hal-hal yang bisa kamu lakukan :

  • Tujuanmu Ingin Melakukan Personal Branding, Mulailah dari nol, Lakukan rencana dan strategi untuk akun media sosialmu agar dikunjungi oleh banyak orang. Hal ini agar kamu mendapatkan bayangan apa saja yang perlu kamu lakukan di masa nanti. Cobalah baca tips-tips di internet yang bisa meningkatkan awareness akun media sosial.
  • Update Postingan dengan Konsisten,  followers menanti postingan terbarumu. Yang perlu kamu ketahui, untuk membuat konsep postingan dengan niat yang tinggi. Soalnya kamu bisa saja merasa bosan, lalu ada pressure yang tinggi ketika setiap waktu perlu membuat postingan yang bagus dan mendapatkan banyak dukungan dari followers. Ini bukan pekerjaan yang mudah. Oleh karena itu kamu perlu cukup persisten dalam menjalankannya.
  • Perhatikan Isi Postingan, Jangan Menyinggung Publik, pikirkan dengan matang agar kamu tidak mengusik netizen. Netizen Indonesia sekarang sudah cukup kritis menanggapi berbagai macam isu. Ada sesuatu yang salah di postingan kamu, maka postinganmu bisa saja tersebar ke banyak orang hingga mengkritikmu atau bahkan menghujatmu. Di sinilah kamu perlu berhati-hati dalam membuat konsep postingan. Jangan membahas hal yang sensitif, kamu perlu berkonsultasi pada ahlinya ketika ingin memposting hal yang bukan ranahmu.
  • Siapkan Mental, Melakukan personal branding di media sosial harus siap dengan segala risikonya. Walaupun apa yang kamu lakukan baik, tapi bisa saja ada orang yang tidak setuju dengan ucapanmu, lalu menyampaikan kritikan yang cukup pedas. Yang paling sering ditemukan adalah akun-akun anonim yang sering memberikan kebencian di postingan siapa saja. Kasusnya memang bermacam-macam, dan terkadang bisa menyebabkan depresi. Kamu sudah merasa melakukan hal baik dan hanya berniat memberikan informasi, tapi ada saja komentar buruk seperti itu. Ini adalah konsekuensi yang harus bisa kamu hadapi. Kamu tidak bisa terhindar dari komentar buruk netizen. Namun, kamu bisa melakukan filter. Komentar yang mengganggumu bisa kamu hapus. Lalu, mungkin kamu bisa mengambil waktu istirahat untuk tidak bermain media sosial. 
  • Mendirikan Komunitas, Untuk menambah pertemanan di media sosial, tidak ada salahnya kamu mendirikan komunitas. Komunitas ini tidak hanya untuk berkumpul, tapi juga bisa menjadi tempat belajar sesuatu yang baru. Misalnya jika kamu adalah influencer make up artist, kamu bisa membuka kelas tentang tata rias bagi siapa saja yang berminat. Dengan adanya komunitas ini kamu bisa mulai membangun personal brand yang kuat. Para influencer dan selebgram biasanya punya komunitas yang saling terhubung. Bukan tidak mungkin dari sana muncul influencer baru. 

Baca Juga Ini : Akibat kebanyakan gaya, malah hutang dimana-mana.

Sekarang cukup mudah mencari tips dari yang sudah ahli. Atau kamu bisa memiliki seorang mentor yang sudah terjun duluan di dunia media sosial. Mentor itu akan membimbing bagaimana cara mencapai tujuanmu dengan konsisten. Jika kamu perhatikan selebgram dan influencer yang ada di berbagai media sosial itu mereka mengawali personal branding-nya dengan sesuatu yang disukai.

Jika kamu membuat konsep branding yang kamu sukai, kamu sudah unggul dan konsep media sosial yang kamu sukai itu akan memudahkanmu menemukan inspirasi.

Apa jadinya jika membuat konsep yang tidak kamu sukai atau kamu tidak fokus di dalamnya. Kamu akan kesulitan menentukan tema, lalu kamu akan mudah kelelahan karena harus belajar semuanya dari awal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!