Menikmati Kopi di Geopark Ciletuh, Percayalah Ada Do’a Petani Dalam Setiap Tegukan Kopimu

Pariwisata di Sukabumi semakin berkibar dengan hadirnya destinasi wisata baru, yakni Geopark Ciletuh. Terlebih lagi, Geopark Ciletuh sedang dinominasikan untuk menjadi bagian dari Global Geopark Network UNESCO, sehingga apabila sudah disahkan menjadi UNESCO Geopark, nama Ciletuh akan semakin mendunia lagi.

Dengan mendapat status UNESCO Geopark, masyarakat setempat diharapkan lebih tumbuh rasa memiliki terhadap lingkungannya. Melalui geowisata, akan tercipta banyak lapangan pekerjaan dan perekonomian pun bergerak.

Sambil tetap melakukan konservasi alam. Indonesia saat ini memiliki dua lokasi geopark yang telah diakui oleh UNESCO, yakni kawasan Gunung Batur di Bali dan Gunung Sewu di Jawa Timur.

Geopark Ciletuh memiliki luas sekitar 128.000 hektare dan mencakup 74 desa di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Cisolok, Kecamatan Cikakak, Kota Pelabuhan Ratu, Kecamatan Simpenan, Kecamatan Waluran, Kecamatan Ciemas, Kecamatan Ciracap, dan Kecamatan Surade. Dimana awalnya, Geopark Ciletuh hanya mencakup tiga kecamatan.

Geopark Ciletuh memiliki bentuk menyerupai tapal kuda (amphitheater) dengan diameter sekitar 15 kilometer yang menghadap ke Teluk Ciletuh. Dengan area yang berada dalam naungan UNESCO.

Begitu luas, jumlah obyek wisata di Geopark Ciletuh pun sangat banyak, mencapai 70 obyek wisata. Berikut ini adalah beberapa obyek wisata utama yang wajib Anda kunjungi diantaranya Vihara Dewi Kwan Imm, Puncak Darma, Curug Awang, Curug Sodong, Curug Cimarinjung, Titik Pandang Panenjoan, Geyser Cisolok, Pantai Karang Hawu, Kasepuhan Sinar Resmi, Sungai Citarik, Pantai Cimaja dan jangan lupa akhiri pengalaman traveling anda di tempat ngopi yang paling viral di surade, Let’s Coffee Ngopi di kebun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!