Sepak Terjang Gitaris Handal Pupun Dudiyawan dan Karya Sakralnya Ardh Gruma

Disadari ternyata kebaikan dan keburukan akan selalu senantiasa ada hingga akhir jaman.

Pupun Dudiyawan – sebagai gitaris sekaligus entertainer dan insan kreatif yang biasa berekspressi di out door, Mengeluarkan fatwa bahwa berdiam diri terus menerus di rumah adalah kondisi yang buruk. betul apa betul ? Di tambah berita di media yang begitu heboh tentang Covid dan beberapa jadwal pertunjukan yang di cancel karena alasan pandemi. Kondisi ini Memberikan alasan kuat bahwa dirinya harus tetap berkarya.

Ardh Grumma
(Bumi dalam bahasa Lemurian) adalah judul single solo gitar instrumental yang ia pilih. Terinspirasi dari kondisi selama pandemi. Bahkan pro dan kontra soal konspirasi pandemi, hingga gejolak politik di negeri ini. Disadari ternyata kebaikan dan keburukan akan selalu senantiasa ada hingga akhir jaman, sebagai pemberi pelajaran, hikmah dan keseimbangan. Sisa nya, kesadaran bahwa kita sering melupakan jasa Ardh Grumma (Bumi) yang telah banyak memberikan kebaikan dan manfaat, tidak hanya keindahan alam, tapi juga makanan dan obat-obat an yang di sediakan alam. Bahkan saat pandemi, banyak orang di kota susah cari makan keluar dengan alasan ‘stay home’ padahal di desa masi berlimpah rempah, ubi beras bahkan pisang untuk di makan. Semua tak lepas dari kebaikan Ardh Grumma (Bumi).

Proses rekaman Ardh Grumma di lakukan di studio rumahan sederhana di CASTLE ROCK studio Kuningan, selama 3 bulanan masa pandemi, dan menghasilkan 3 lagu andalan yang dirilis secara bertahap.

Pupun Youtube Channel

Raungan distorsi yang terhampar adalah ekspressi emosi Pupun atas keadaan yang terjadi, lalu berlanjut bunyi instrumen kecapi dan kendang sunda, memberikan rasa baru dan penyejuk, sebagai harapan baru pada perubahan lebih baik, menuju semangat baru yang lebih berapi.

Dalam video klip Ardh Grumma, kebaikan di bumi di gambarkan dalam sosok Srikandi yang cantik dengan enerji biru nya di perankan oleh Maharani Aulia. Keburukan di bumi di gambarkan oleh sosok iblis perempuan yang licik dan menggoda yang di perankan oleh Devi Afifa Jasmin.

Begitulah yang terjadi di Ardh Grumma, dimana kebaikan dan keburukan akan selalu ada hingga akhir zaman. Dan perang di antara mereka terus menggelora, bahkan dalam hati manusia.

Sutradara penggarapan video klip dipercayakan pada Derijk Nugroho di bantu Nino Wahind untuk divisi drone. Pemeran pendukung lain nya ada Rudi hermadi, Galih Bewok, Deri, dan Gugun Gomex. Proses pengambilan gambarnya sendiri di lakukan di dua lokasi yaitu di Gunung Batu Cileuleuy Kuningan dan Gedung Kesenian Kuningan. Untuk equipment dan property di support oleh Schecter Guitar dan Bugera Guitar Amp dari PT Trimusika. Proses editing di lakukan selama 3 minggu, memang agak sedikit lama proses nya karena ada banyak penggunaan efek ilusi yang di butuhkan.

Dan akhirnya, jadilah Ardh Grumma. Semoga menjadi karya yang menghibur. Hasil karya bersama, Pupun dan sahabat sahabat di Kuningan, sebagai bukti bahwa jangan karena pandemi, karya kita jadi terhenti.

Tetap berkarya dan menginspirasi , ‘stay safe’

Salam Ardh Grumma 🙏🏽.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!