Zaid Bin Tsabit, Membacalah Jika Anda Ingin Mengenal Dunia, Menulislah Jika Anda Ingin Dikenal Dunia

Hambatan umat Islam saat ini adalah umat yang harus ditegur dan diingatkan oleh umat lain hanya untuk sekedar membaca. Ketika kita menyadari telah tertinggal jauh. Kualitas literasi kita terhadap persoalan-persoalan kehidupan ini begitu rendah sehingga tingkat penyelesaian masalah pun juga berbanding lurus dengan kemampuan literasi kita. Ternyata saat ini kita adalah termasuk umat yang paling malas dan mundur dalam kualitas membaca.

gimanadotkom – Pada saat Rasulullah S.A.W mulai berdakwah di Makkah, disebutkan Ali Yaqobi dalam tariqnya, saat itu hanya ada belasan orang di kota Mekkah yang mampu membaca dan menulis. Tapi begitu Rasulullah SAW menyampaikan wahyu, kemudian wahyu dicatat dan ditulis, bisa kita dapatkan data yang berlimpah bahwa pencatat Alquran saja di masa Rasulullah SAW lebih dari 100 orang.

Literasi para sahabat begitu luar biasa, tidak sedikit sahabat yang menguasai bahasa asing di luar bahasa arab, meskipun tentu kebutuhan dan intensitas Interaksi masyarakat waktu itu, antara satu masyarakat dengan masyarakat lain yang berbeda bahasa masih sangat rendah.

Akan tetapi kita tahu bahwa Amr bin Ash diketahui selain menguasai bahasa Arab menguasai bahasa Ibrani dan Bahasa Koptik, bahasa Mesir. Apalagi sekretaris Rasulullah SAW, Zaid Bin Tsabit menguasai 5-6 bahasa asing di masanya selain bahasa Arab.

Rasulullah SAW pernah memintanya untuk menguasai bahasa Yahudi atau bahasa Ibrani karena Rasulullah sering mendapatkan surat dari orang-orang Yahudi.

Baca Juga : Manfaat Membaca Buku dan Menonton Film Porno

Rasulullah membutuhkan penerjemah yang amanah dan selama itu beliau mau tidak mau harus mengandalkan orang Yahudi, maka setelah Zaid Bin Tsabit menjadi sekretarisnya rasul mengatakan Ta’allam Qitabalyahudz. maka disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Zaid Bin Tsabit menguasai bahasa Ibrani hanya dalam lima minggu saja.

Islam berkembang, hubungan pun kemudian semakin luas dengan berbagai lapisan masyarakat yang berbeda bahasa, Zaid Bin Tsabit setelah itu menguasai Bahasa Romawi, menguasai Bahasa habasyah menguasai Bahasa Persia dan menurut dokter Hafid al-qarni dalam bukunya, Al Idarah Fi Ahdi Rasul. Seluruh bahasa itu dikuasai oleh Zaid Bin Tsabit totalnya hanya dalam lima bulan saja.

Ini jelas sebuah gerakan yang sangat luar biasa bagaimana para sahabat yang tadinya hanya orang-orang Makkah & Madinnah yang tidak peduli dengan membaca dan menulis, akhirnya semua terkait dengan keilmuan dan kemudian menjadi gila ilmu.

aduh please deh, jangan gila dong…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!